6 Hal Yang Perlu Diketahui Mengenai Novel Gamers Of Galaxians

Latar waktu cerita dan tempat menggambarkan situasi dan kondisi jaman ini walau TheGOG bergenre scifi-history. Plot timeline ditulis sangat apik oleh Qa Zee, sehingga petualangan masa lalu dan masa kini menyatu dengan lembut.

Tokoh Utama di TheGOG terinspirasi dari karakter penulisnya sendiri. Sehingga Qa Zee tidak kesulitan untuk menggambarkan perasaan dan tingkah laku sang Tokoh utama dalam menghadapi sekitarnya. Beberapa scene pengalaman nyata Qa Zee pun tak luput ditorehkan untuk mengisi ruang cerita sains fiksi yang ditulisnya dan terkesan nyata.

 Novel TheGOG lebih berfokus pada tema-tema peradaban dan seni sejarah yang akan membuat pembaca merenungkan apakah kontradiksi antara sejarah tertulis dan fakta pengetahuan sains akan membuat manusia semakin maju atau justru semakin menghilangkan peradaban manusia itu sendiri.

Novel ini ditulis dalam kurun waktu 3 tahun.

Jaminan kepuasan bagi pembaca theGOG. Seorang Dosen Sastra Indonesia FIB UNPAD bernama Muhammad Adji percaya bahwa novel theGOG mampu menyegarkan rasa haus para pembaca fiksi tanah air. Pendapat ini dilansir dari Readers Review dan bisa dibaca langsung di novel theGOG.

Novel “The Gamers Of Galaxians : The Chosen One” adalah buku pertama dan merupakan Pendahuluan dari seri Tetralogi TheGOG. Konflik dan cerita yang ditawarkan di TheGOG : The Chosen One adalah pendahuluan yang renyah untuk diikuti dan mudah untuk dicerna oleh pembaca baru. Suguhan istilah-istilah sains, sejarah dan peradaban asing baru yang ditawarkan pun sangat lezat untuk ditelan, bahkan bagi mereka yang bukan penggemar novel sains fiksi. Qa Zee ibarat seorang chef yang menyajikan santapan baru yang bisa diterima oleh semua kalangan pencinta kuliner dan selalu bersiap untuk menunggu sajian hidangan berikutnya.

Kenali QaZee
website